Kamis, 03 Juni 2010

Cerpen : " Cowok Playboy "

Sudah satu jam Tommy dan Maria berada di warnet yang letaknya tak jauh dari rumah mereka. Dari kecil mereka memang sering terlihat bersama-sama. Mulai dari berangkat sekolah, pulang sekolah sampai mainpun mereka selalu berdua. Di kelas aja mereka sebangku karena mereka sendiri yang usul kepada guru agar mereka selama SMA harus satu kelas. Bukan pacaran seh, mereka itu tetanggaan. Orang-orang di sekitar mereka tak heran melihat mereka selalu berdua. Pokoknya dimana ada Tommy pasti ada Maria.

“Ah, lumayan dapat lima kenalan cewek!” Tommy kegirangan. “Dasar cowok playboy!” Sindir Maria sambil mendorong kepala Tommy.” Iya-iya makacih Maria yang baik. Yang selalu bayarin aku chatingan. Ntar duit loe pasti gue ganti deh!” Tommy mengalah sambil mencubit pipi Maria. Tommy selalu berkata begitu. Padahal uang yang telah dipinjamnya tak akan pernah dikembalikannya. Memang seh Tommy selalu cari kenalan cewek-cewek lewat chatingan. Tak satupun cewek yang terlewatkan untuk dipacari Tommy. Cewek-cewek yang telah dipacari Tommy, diputusin gitu aja. Sederet nama-nama cewek yang pernah singgah di hati Tommy antara lain: Nindi, Cindi, Cinta, Meisya, Dian dan masih banyak lagi. Memang tak sulit bagi Tommy untuk ngedapetin cewek-cewek kece. Selain ganteng, Tommy selalu bawa mobil Mc Laren kalau kencan dengan ceweknya. Sekilas dia terlihat kaya, tapi sebenarnya tidak. Tommy berasal dari keluarga miskin. Mobil, pakaian, celana dan berbagai accesoris yang menghias tubuh Tommy adalah pembelian dari Maria. Maria memang berasal dari keluarga kaya raya. Papanya bekerja di Singapura sebagai direktur sebuah perusahaan swasta. Jadi, papanya jarang pulang ke rumah.

Din…din…din. Suara clakson mobil Mc Laren Maria yang dikemudikan Tommy sudah nangkring di depan rumah Maria. “Iya-iya sebentar!” Teriak Maria dari dalam rumah. Maria segera berangkat sekolah bersama Tommy. “Tancap!” Maria bergegas masuk ke dalam mobil sambil menutup pintunya dengan keras.

Mc Laren melaju kencang. Tommy mulai cerita kepada maria tentang ceweknya semalem. “ Tadi malam adalah malam yang paling indah. Selama pacaran dengan cewek-cewek yang dulu, aku gak pernah ngerasain yang kayak tadi malam” cerita Tommy sambil membayangkan. “ Memang semalam ngapain!” Maria mulai penasaran. “ Dia bilang gini : “ Aku tahu kamu adalah playboy kelas kakap. Aku tahu kamu suka mainin cewek. Kamu gak perlu tahu kenapa aku bisa tahu semua ini. Aku cuma berharap kau segera sadar dari mimpi indahmu. Karena semakin banyak kau bermimpi indah, maka semakin banyak hutang-hutangmu. Kau akan membayarnya dengan mimpi yang sangat buruk yang tak kau bayangkan sebelumnya. Aku berkata begini karena aku sangat mencintaimu. Kamu orangnya baik dan selalu merhatiin aku.” Begitu katanya!” Cerita Tommy dengan serius. Saking seriusnya, Tommy menghetikan mobilnya di pinggir jalan. “ Terus Loe?!” Tanya Maria. “ Gue akan bener-bener mencintainya dan bertekad dia adalah cewek terakhirku” jawab Tommy sambil melanjutkan perjalanannya. “ Oh ya, namanya sapa n orangnya kayak gimana?” Tanya Maria. “ Namanya Bella. Orangnya gak terlalu tinggi, cantik, manis, putih, rambutnya indah dan selalu dikuncir. Tapi sekarang udah gak dikuncir lagi” jawab Tommy. “ Mang napa?” Tanya Maria lagi. “ Kan dah kusuruh untuk nglepas kuncirnya. Biar terurai gitu, kan lebih anggun. Oh ya satu lagi orangnya penceria banget. Itu yang paling gue suka darinya. Perfect banget kan!” Jelas Tommy lagi.

Jam belajar untuk hari ini sudah selesai. Tommy tak pulang bersama Maria. Tommy ada janji menjemput Bella di sekolahnya. Maria seh mengiyakan saja. Soalnya semua tindakan Tommy pasti didukung oleh Maria. Jadi, Maria pulang naik Taksi bersama temannya. Tapi sebelumnya lagi-lagi Tommy meminjam uang Maria.

Tommy mengajak Bella pergi nonton. Film yang mereka tonton adalah film drama. Bella memang suka film drama, karena ceritanya yang romantis. Tommy sebenarnya tidak suka film drama. Mau gimana lagi, demi cintanya pada Bella apapun akan dilakukan Tommy.

Selama film diputar, Tommy menggenggam erat tangan Bella dan sesekali membelai rambut Bella yang terurai rapi. Menandakan rasa sayang yang teramat dalam dari Tommy untuk Bella. Disinilah letak adegan yang spektakuler. Ketika dalam film drama pas adegan ciuman antara tokoh utamanya. Secara tak sengaja Tommy mencium bibir Bella yang mungil. Bellapun membalas ciuman Tommy dengan penuh kemesraan. Adegan tersebut sudah berlangsung selama satu menit. “ Huuu…..!!!” Sorak para penonton yang melihat Tommy dan Bella sedang berciuman dibarengi dengan tepuk tangan yang meriah. Tommy sadar dan langsung menghentikan adegan ciuman tersebut. Tanpa pikir panjang, Tommy langsung merenggut tangan Bella dan mengajaknya pulang.

Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Orang tua Maria dan orang tua Tommy berkumpul di rumah Maria. Terdiri dari Papanya Maria, Bapak dan Ibunya Tommy. Mamanya Maria memang tidak ada karena telah lama meninggal. Kebetulan Papanya Maria sedang pulang dari Singapura. Mereka memanggil Maria dan Tommy untuk memberitahu sesuatu hal. “ Mengapa Papa memanggil kami berdua?” Tanya Maria penasaran. “ Iya neh, ada apa Bapak dan Ibu memanggil kami berdua ?” Tommy juga penasaran. “ Saya saja yang bicara, Pak Yanto !” Bisik Papanya Maria pada Bapaknya Tommy. “ Saya akan memberitahukan bahwa sebelum kau lahir, Mamahmu sudah lama meninggal “ terang Papanya Maria pada Maria. “ Jadi ???” Maria mulai mengetahui. “ Jadi kau sebenarnya bukan putri dari Papa dan almarhum Mamahmu. Kau adalah putri dari Bapak dan ibunya Tommy. Dan kalian sebenarnya adalah saudara kembar. Papa sengaja mengadobsi kau Maria, karena Mamahmu sudah meninggal akibat sakit keras. Papa tidak berniat menikah lagi, karena selain sudah tua, Papa sangat mencintai almarhum Mamahmu. Bahkan sampai detik ini. Dan Papa sudah sangat senang memilikimu sebagai harta Papa yang sangat berharga “ terang Papanya Maria sambil menitikkan air mata. Mariapun menangis. Tommy dan Maria tidak marah apalagi dendam karena penjelasan Papanya Maria yang teramat dalam. Tommy dan Maria saling pandang dan mereka berpelukan dibarengi rasa syukur dari orang tua mereka. Kemudian Maria menyalami Bapak dan Ibu Tommy yang tak lain dan tak bukan adalah orang tuanya sendiri. Setelah itu Maria menghadap Papanya. “ Terima kasih atas perhatian yang Papa berikan selama ini pada Maria. Walaupun Papa selalu sibuk bekerja di luar negeri, Papa sekejapun tak pernah lupa dengan Maria. Papa selalu membangunkanku lewat telepon, e-mail yang ku kirim ke Papa sekalipun tak pernah tak dibalas, Papa selalu memberiku selamat tidur lewat telepon. Walaupun Papa bukan Papa Maria yang sebenarnya, Maria tetap sayang sama Papa. Sayaaang sekali sama Papa, sampai kapanpun Maria tetap sayang sama Papa” terang Maria sambil menangis lebih dalam. Maria dan Papanya berpelukan sangat erat menandakan rasa sayang yang begitu dalam diantara keduanya. Tommy dan orang tuanyapun ikut meneteskan air mata haru yang tak tertahankan. Tak terasa malam semakin larut. Mereka tidur dengan tenang dibarengi mimpi indah

Tommy dan Maria kembali berangkat sekolah bersama-sama. Sampai di tengah jalan Tommy menghentikan mobilnya. “ Hari ini milik kita. Hari ini kita bolos sekolah. Karena aku akan mengajak adikku yang imut untuk bersenang-senang seharian “ ajak Tommy penuh semangat. Tanpa pikir pendek apalagi panjang, Maria langsung mengiyakan ajakan kakaknya tercinta.

Hari sudah semakin siang. Sudah 3 tempat yang dikunjungi oleh mereka berdua. Sekarang mereka sedang makan siang di sebuah restoran. Bella yang kebetulan juga sedang makan siang di tempat yang sama, memergoki mereka berdua. Bella marah-marah tak terkendali. Dengan singkat, Tommy dan Maria menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Bellapun percaya, apalagi setelah orang tua tommy dan Papanya Maria yang palsu tapi asli yang kebetulan baru akan makan di restoran tersebut ikut menjelaskan yang sebenarnya. Mereka semua akhirnya makan siang bersama-sama dan larut dalam kesenangan. SEKIAN


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar